Infokeren.id, Menjual rumah itu gampang-gampang susah. Terkadang sekali dipromosikan langsung ada yang minat, tapi terkadang juga sudah lama banget dipromosikan belum juga ada yang minat. Intinya sich bagaimana ketetapan Tuhan berlaku heee. Bagaimana supaya ketetapan-Nya cepet berlaku untuk penjualan rumah kita? Jawabannya yaa berdo’a dan ikhtiar lahir.

Nach kali ini kita coba untuk mengupas bagaimana usaha lahir kita supaya rumah yang akan kita jual segera laku. Sebut saja ini adalah tips menjual rumah heee.. (usaha batinnya bagaimana? Yaa terus do’a, bawa niat menjual rumah tersebut ke atas sajadah, terus saja jangan berhenti, Tuhan Maha Mendengar koq..)

Baiklah tips yang pertama adalah: Pakailah Jasa Penjual Rumah

Banyak banget sekarang jasa penjual rumah, baik itu online maupun offline. Kalau online bisa menggunakan marketplace jual rumah atau minta tolong teman yang jago dalam marketing secara online, biarkan dia yang mempromosikan dengan beragam media yang ada di internet, kita hanya menunggu hasilnya. Keuntungan bisa dibicarakan diawal.

Nach kalau jasa nya via offline yaa sama juga, ada yang perorangan/pribadi ada juga yang berkomunitas sebagai agen penjual rumah. Di masyarakat kadang disebut calo rumah, dia yang mempromosikan dari mulut ke mulut perihal rumah yang akan dia jual, bahkan bertanggung jawab penuh mengantar pembeli melihat-lihat rumah dan mempertemukannya dengan si pemilik rumah. Bagi-bagi keuntungannnya harap dibicarakan dari awal, agar pada saat promosi harga rumah sudah sesuai dengan kesepakatan. Bisa juga menggunakan jasa media elektronik, seperti kita pasang iklan di koran yang terbit harian misalkan. Intinya menggunakan jasa penjual rumah !!!

Tips yang kedua adalah: Promosikan Sendiri

Bagaimana caranya? Pilihlah beberapa model promosi. Bisa dengan memasang papan plang denga tulisan “DIJUAL” didepan rumah yang akan dijual bserta nomor telpon yang bisa dihubungi dan info pendukung lainnya.

Baca juga: Tips Membuat Iklan Rumah Dijual Agar Segera Terjual

Selain itu kita bisa juga menempelkan informasi rumah yang akan dijual tersebut dibeberapa titik keramaian. Seperti halte bus, tempat nongkrong, jalanan ramai, lapak jualan orang lain (warung makan, foto copyan, angkot dan lainnya), dan tempat ramai lainnya (buanyak banget alternatifnya). Hanya saja cara ini harap memperhatikan keindahan dan kenyamanan lingkungan. Jangan sampai promosi kita mengotori tempat bersih dan indah, apalagi asal pasang saja ditempat lapak usaha orang lain atau bahkan dengan memakunya di pohon, waduuuuuh jangan dech, kasihan tuch pohon jadi korban kita. Supply makan dan produksi membuat makanannya terganggu karena kita sakiti.

(Sekilas Info : makanya kalo ada iklan jasa atau produk memasang iklannya di pohon dengan dipaku, jangan pernah beli produknya, jangan pernah pakai jasanya. Sama halnya dengan iklan calon anggota DPRD/ DPR/ Gubernur/ Walikota/ Bupati/ Presiden kalo promosinya dipasang di pohon dengan dipaku, sudahlah jangan pernah pilih mereka… heee, bercanda tapi serius, itu pesan dari para pohon di Indonesia)

Nah promosi sendiri ini juga bisa memberitahukan pada teman-teman, keluarga bahkan orang yang tidak dikenal lewat obrolan ringan dan santai, kelihatan tidak serius tapi kita berharap jadi serius haaaa. Promosi sendiri juga bisa lewat online, seperti di facebook, instagram, WA, website/blog, chanel youtube dan lainnya. Promosi sendiri memang harus ulet dan rajin mempromosikan, sesering mungkin dan memang harus sering, setiap ada kesempatan dan peluang… hajar az bosss heee.

Tips Menjual Rumah Agar Sesegera Mungkin Laku Terjual
via rumah.com

Tips yang ketiga adalah: Survey Harga Pasaran

Hati-hati brosis, terkadang rumah susah laku hanya karena kita ingin untung besar padahal pasaran harga di wilayah tersebut dengan kapasitas dan model rumuah seperti itu umumnya tidak setinggi yang kita promosikan. Konsumen biasanya akan menganalisa harga umum rumah disekitar lingkungan tersebut sebagai bahan pembanding. Dengan mengetahui harga pasarpun akan membuat waktu kita bernegosiasi dengan si calon pembeli tidak berlarut-larut, karena ada standar harga umum yang saa-sama diketahui.

Tips yang keempat adalah: Rawat dengan Simultan Rumah yang akan Dijual

Banyak sekali orang yng berniat menjual rumah tanpa pernah memelihara lagi rumah tersebut baik interior maupun ekteriornya. Saya pribadi sering mengunjungi rumah yang akan dijual tapi kondisinya tidak pernah diurus. Kalau sudah begitu yaa bagaimana mau cepat laku.

Ada yang beralasan karena sudah pindah ke tempat yang jauh. Jadi rumah tersebut tidak ada yang urus, tapi mau dijual (anehhhh heee). Harusnya walaupun kita sudah tidak lagi di lingkungan tersebut, yaa amanahkan ke orang disekitar untuk mengurus dan menempati, kalau perlu yaa diberikan insentif. Rugi dong? Eeeh apanya yang rugi, bukannya itu masih rumah kita dan menjadi asset berharga, yaa anggap saja sebagai biaya memelihara asset.

Jadi ingat, tetap pelihara rumah yang akan dijual agar cepat laku, bahkan harganya makin stabil dan tinggi karena terawat dengan bagus.

Dan tips yang terakhir atau kelima adalah: Berikan space calon pembeli dengan bebas

Ini terkadang menjadi kesalahan kita selaku penjual produk, bukan hanya rumah sebenarnya, yaitu sering menempel ketat calon pembeli dengan berlebihan. Seharusnya kita memberikan ruang yang bebas dan santai bagi calon pembeli untuk berfikir dengan jernih, biarkan dia mempertimbangkannya dengan matang, nanti juga kalo sudah oke pasti segera menghubungi kita.

Kita memang sedang terdesak butuh uang misalkan, yaa tetap jaga image, biasa saja, santai saja, tidak grasak-grusuk yang ujung-ujungnya membuat target kita jadi merasa terganggu.

Saya punya pengalaman. Suatu waktu saya tertarik dengan sebuah lahan yang akan dijual. Kita sudah bertemu dan banyak yang dibicarakan. Saya meminta waktu untuk berfikir beberapa hari, sampai nanti juga kalau sudah matanag pasti menghubungi. Ternyata diluar keinginan saya, si pemilik lahan terus-menerus menanyakan kepastian, dari mulai sms, telpon, itu setiap hari bahkan bisa 2-3 kali sms. Kadang nadanya “merengek” agar segera dibeli, kadang juga curhat dia lagi benar-benar butuh uang. Saya sebenarnya minat, tapi kalo seperti itu (kitu-kitu teuing mah) saya jadi malas dan merasa terganggu. Seakan di “teror” haaaa…

Intinya santai az, biarkan target kita berfikir yang panjang. Sembari menunggu dia memberi jawaban yaa kita promosi juga pada yang lain..

Sekian saja tips sederhana dari saya… semoga bermanfaat. Sukses terus untuk kita semua aamiin !!